Wednesday, February 20, 2013

ISLAM ANTI KEKERASAN

Islam sebagaimana agama lainnya adalah anti kekerasan. Sebuah stigma yang diberikan seperti Islam galak, Islam garis keras dan lain-lain, seharusnya  konotasinya bukan kepada Islamnya melainkan kepada penganutnya. Bukan hanya penganut Islam yang bisa berlaku keras. Kita melihat pula kekerasan pada penganut agama lain. Lihat di Rohingya, di Bosnia,  malah ummat Islam menjadi korban kekerasan.

Al Qur'an sudah memberikan pernyataan yang jelas, "Tidak ada paksaan dalam agama." (Al Baqoroh 256).
Manusia tida perlu dipaksa-paksa untuk menjadi seorang muslim, sebab mau kafir atau mau muslim, Alah tidak akan rugi. Alah akan tetap menjadi Tuhan sememsta alam (Robbul 'aalamiin)

Firman Allah:

walaw syaa-a rabbuka laaamana man fii al-ardhi kulluhum jamii'an afa-anta tukrihu alnnaasa hattaa yakuunuu mu/miniin
99. Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?
 Kalau pun orang Islam mau mengajak orang lain untuk menjadi seorang muslim, ALlah sudah memberikan pedoman yang jelas, dalam surat An Nahl ayat 125:

ud'u ilaa sabiili rabbika bialhikmati waalmaw'izhati alhasanati wajaadilhum biallatii hiya ahsanu inna rabbaka huwa a'lamu biman dhalla 'an sabiilihi wahuwa a'lamu bialmuhtadiina 
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah [845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

[845] Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

Manusia yang dida'wahi itu disentuh hatinya, bukan disentuh fisiknya, sebab hati nurani manusia itu akan senantiassa tertarik kepada kebaikan, kepada hal-hal yang ma'ruf. Tunjukkan dan buktikan bahwa Islam itu adalah suatu kebaikan.

Kekerasan itu terjadi bukan karena ajaran agamanya yang melegalkan kekerasan, melainkan manusia penganutnya yang bertidandak keras manakala kepentingan-kepentingannya terganggu oleh pihak lain. Kepentinganitu bisa berupa kepentingan politik, kepentingan ekonomi dan lain sebagainya. Siapa pun, penganut agama apa pun, kalau hal itu terusik, maka dia akan berontak membela hak dan keyakinannya.

Wallau a'lam
 



No comments: