Saturday, February 18, 2012

KETIKA ANDA MENGALAMI KEAJAIBAN


Katakanlah, Anda sudah berzakat, sudah membayar hak orang lain, sudah menyelaraskan impian, sudah menyempurnakan ikhtiar, dan sudah memahami cara meminta (kepada Allah-Pen.). Nah, kalau itu semua sudah, terus apalagi? Anda pun berharap mengalami sebuah keajaiban. ....
Kadang, kita suka berpikir muluk-muluk. Terutama soal keajaiban. Suatu peristiwa yang sangat dramatis, itulah yang kita anggap sebagai keajaiban. Umpamanya:
  • Rugi ratusan juta.. Tahu-tahu Anda untung dalam hitungan jam!
  • Berutang milyaran. Tahu-tahu utang Anda lunas dalam seminggu!
  • Sakit keras selama sebulan. Tahu-tahun Anda sembuh dalam sehari!
  • Mengalami kecelakaan maut. Tahu-tahu Anda selamat!
  • Divonis mandul. Tahu-tahu ANda punya anak!
  • Maka ANa pun menganggap itu semua sebagai keajaiban!
 Padahal coba Anda bayangkan sisi sebaliknya:
  • Ketika Anda tidak pernah rugi ratusan juta...
  • Tidak pernah berutang milyaran...
  • Tidak pernah sakit keras selama sebulan...
  • Tidak pernah mengalami kecelakaan maut...
  • Tidak pernah divonis mandul ...
  • Bukankah itu artinya Anda tengah menikmati keajaiban setiap detiknya? Betulbetul setiap detiknya!Sadarkah Anda?
Oleh karena itu, seyogyanya Anda bersyukur setiap detiknya.
Di mana:
  • tidak perlulah Anda menunggu rugi ratusan juta dulu, baru mau bersyukur.
  • menunggu berutang milyaran dulu, baru mau bersyukur.
  • menunggu sakit keras selama berbulan-bulan dulu, baru mau bersyukur.
  • menunggu mengalami kecelakaan maut dulu, baru mau beryukur.
Lantas, bagaimana kalau peristiwa-peristiwa di atas itu: rugi, sakit keras, kecelakaan, dan lain-lain - memang benar-benar trjadi? Silakan cepat-cepat introspeksi. Merasa ditegur itu lebih baik, daripada merasa diuji.

(Dipetik dari: Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan karya  Ippho 'Right' Santosa)


BAHAN REFLEKSI DIRI


surah / surat : Al-Ma'aarij Ayat : 19
inna al-insaana khuliqa haluu'aan

19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
surah / surat : Al-Ma'aarij Ayat : 20
idzaa massahu alsysyarru jazuu'aan

20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
surah / surat : Al-Ma'aarij Ayat : 21
wa-idzaa massahu alkhayru manuu'aan

21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
surah / surat : Al-Ma'aarij Ayat : 22
illaa almushalliina

22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
surah / surat : Al-Ma'aarij Ayat : 23
alladziina hum 'alaa shalaatihim daa-imuuna

23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,

































1 comment:

Nurhayati said...

manusia wajib berusaha, tapi Alah yang menentukan keberhasilan