Monday, February 18, 2013

HATI ITU BAGAIKAN CERMIN

Imam Algozali mengumpamakan hati itu bagaikan cermin.
 Kalau cermin bersih dan bening maka akan mudah menerima cahaya dan memantulkannya kembali ke sekitarnya. Tapi kalau ia kotor maka akan gelap dan tidak bisa menerima cahaya dari luar. Kira-kira demikian pula hati kita. Di kala hati kita bersih, kita akan  mudah menerima hidayah dan nasihat yang akan membawa kepada keselamatan  dan ketenangan baatin. Sebaliknya kalau hati kita kotor maka kita akan sulit menerima segala bentuk kebenaran. Karena itu Allah berfirman dalam surat As Syams:


[91:9] sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

[91:10] dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Yang membuat jiwa kita kotor adalah penyakit hati seperti iri, dengki, hasud, rakus, takabur, dan sebagainya. 
 Rosulullah s.a.w bersabda, "Jauhilah olehmu sifat dengki, karena kedengkian itu bisa melumatkan kebaikan sebagaimana api melumatkan kayu bakar".
Segala penyakit hati itu bisa sirna dengan senantiasa "dzikrullah" yakni  mengingat SWT. Dzikrullah dalam arti sempit adalah mengucapkan LAA ILAAHA ILALLAH sedangkan dzikir dalam arti yang luas adalah senantiasa menjaga diri dari segala perbuatan makshiat karena meyakini bahwa segala amal perbuatan itu selalu diawasi oleh Allah SWT.

Firman ALlah dalam  Surat Ar Ro'du ayat 28:


alladziina aamanuu watathma-innu quluubuhum bidzikri allaahi alaa bidzikri allaahi tathma-innu alquluubu 
28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.










Sikap selalu mengingat Allah berarti akan senantiasa menjaga diri dari segala dosa dankemaksiyatan. Itulah sebabnya hati akan menjadi tentram. Lain halnya dengan orang yang berbuat dosa dan kemaksiyatan, maka hatinya tidak akan berada dalam ketenangan. Selalu merasa dikejar-kejar oleh dosanya sendiri.

baarokallaahu lii walakum




No comments: