Tuesday, February 21, 2012

MENGENDALIKAN EMOSI ITU PERLU

Wanita Pemarah dan Suka Emosi Bakal Punya Banyak Anak



Studi Universitas Sheffield mengungkap bahwa tingkat kesuburan wanita dan laki-laki dipengaruhi sifat dan kepribadiannya. Dengan kata lain, prediksi jumlah keturunan bisa dilakukan lewat kepribadiannya. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa wanita emosional dan laki-laki dengan kepribadian terbuka memiliki kemampuan reproduksi tinggi. Mereka cenderung memiliki banyak anak.
Waspada, bagi para wanita, suka marah potensi punya anak banyak

Para peneliti mengumpulkan data dari empat desa di pedalaman Senegal. Mereka menganalisa hubungan antara kepribadian setiap pasangan rumah tangga dan jumlah serta kesehatan keturunannya. Analisa dilakukan dengan parameter lima sifat dasar manusia.
Studi menyimpulkan, wanita yang memiliki tingkat emosional tinggi seperti mudah cemas, depresi, dan murung, memiliki anak 12 persen lebih banyak dibandingkan mereka yang memiliki emosi stabil. Kondisi ini banyak ditemui di kalangan keluarga dengan status sosial tinggi.
Sementara pria yang memiliki kepribadian ekstrovert atau suka bergaul dengan lingkungan sosial memiliki kemampuan menghasilkan keturunan 14 persen lebih tinggi daripada mereka yang memiliki kepribadian tertutup. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kepribadian seseorang bisa dijadikan acuan untuk memprediksi jumlah keturunannya,” kata Dr Virpi Lummaa dari Universitas Sheffield.
Dalam penelitian ini, ia berkolaborasi dengan Dr Alexandra Alvergne dari Departemen Antropologi Universitas College London, dan Markus Jokela dari Universitas Helsinki, Finlandia. Seperti dikutip dari laman India Times, hasil studi itu telah dipaparkan dalam National Academy of Sciences.
Sumber: Vivanews

4 comments:

Maulida Althafunnisa said...

Bapak, posstingannya, sama dengan pertanyaan mauli hari ini (di update di fsbuk) :D : Mengapa manusia harus terlahir dengan deposit amarah???
Menarik sekali pak dengan hasil risetnya, apalagi kalau dapet jurnalnya risetnya. Kajian Antropologi, tapi lebih berasa kolaborasi antara psikologi dan ginekologi. Mengenai emosi yang tersalurkan biasanya dalam bentuk marah atau uring-uringan (yang biasa kita sebut) saya jadi teringat akan sebuah hadis Rasul ke-16 dari kitab Ar-Ba'in "La taghdhab fa radada miraran, laa taghdhab". Ternyata benar adanya bahwa tidak semata-mata Rasul melarang untuk marah bahwa efek emosi yang tak terkendali itu sangat dahsyat.

Unknown said...

Trimakasih, Maulida saya dah ditambahin pengetahuan, jd pengen buka lg kitab kecil Hadis Arba'in itu. Smoga sukses yah... eh kuliahnya di mana?

Unknown said...

katanya banyak anak banyaakkk rejeki.....

Maulida Althafunnisa said...

Sama-sama, Pak. Amin, istajib bidua'ana, terima kasih Pak untuk doanya. ..Di UIN Bandung, Pak. Saya juga alumni SMP 4 angkatan 2004 :)