Religius article, science, education, social, news and art This website contains some interesting articles that discuss religious life, Science, social, artistic, and unique news that happens in the middle of human life.
Sunday, February 10, 2013
PENYAKIT KITA DAN OBAT PENYEMBUHNYA
Yang saya maksud dengan penyakit kita pada judul itu adalah penyakit kita selaku orang Islam. Kita sedang mengidap suatu penyakit yaitu penyakit perpecahan. Umat Islam tidak lagi menjadi saatu umat yang utuh teguh seperti masa Rosulullah. Kita senang bercerai berai sehingga hilang semua kekuatan kita. Kita tidak lagi ditakuti oleh musuh-mush kita bahkan menjadi sebuah permainan musuh kita. Bagaikan macan yang dimainkan oleh pawangnya.
Penyakit kita yang demikian ini sudah disinyalir oleh Rosulullah tatkala beliau masih hidup di tengah-tengah ummatnya. Sabda beliau:
(HR. Ahmad dan Abu Daud dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dan juga mirip dengannya dari hadits Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu)
Perpecahan kita terjadi karena kita sudah jauh meninggalkan keteladanan Rosulullah, tidak terasa kita menjauhi sunah beliau sejengkal demi sejengkal akhirnya semakin jauh. Apa-apa yang sudah sempurna dalam sunah beliau tapi kita masih ingin menambah-nambahnya lagi karena merasa ingin lebih sempurna lagi. Lalu kita kerjakan apa yang tidak pernah dikerjakan oleh beliau dan kita lakukan apa-apa yang tidak pernah disuruh dan tidak dianjurkannya. Akhirnya timbullah ishraf atau sikap berlebihan dalam ibadah yang seolah-olah kita beranggapan bahwa apa-apa yang telah dicontohkan oleh Rosulullah itu masih kurang sempurna. Akibatnya setiap orang berbuat menurut persepsinya masing-masing sehingga tatkala ditunjukkan perbuatan yang sesuai dengan sunnah Rosulullah, dianggaplah bahwa hal itu sebagai sesuatu yang baru.
Tuesday, January 29, 2013
ROSUL MENURUT AL QUR'AN
Al Qur'an memberikan penjelasan bahwa rosul adalah manusia pilihan Allah yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Pilihan ini dijatuhkan berdasarkan kualitas kepribadian yang dimiliki seorang rosul yaitu memiliki sifat shidiq (jujur), amanah (terpercaya) tabligh (menyampaikan) dan fathonah (cerdas). Manusia yang memiliki standar kualitas demikianlah yang akan mampu menerima pesan-pesan Allah berupa wahyu. Akan tetapi sebagai manusia biasa, seorang rosul tetap memiliki sifat-sifat dasar manusia seperti makan, tidur, jalan-jalan dan sebagainya yang tidak menyebabkan terdegradasinya sifat-sifat kemuliaan yang dimilikinya. Inilah yang dalam terminologi Islaaim disebut sifat "A'rodhul basyariyah" artiya sifat-sifat sebagai menusia.
Inti ajaran yang dibawa oleh para rosul itu adalah sama, yaitu mengajarkan manusia untuk menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Allah (La Ilaaha ilallaah). Sebagai manusia pilihan Allah, rosul itu tetap saja manusia, tidak naik derajatnya kepada derajat ketuhanan, atau menjadi anak Tuhan. (Katakanlah, Allah itu Esa, Allah tempat semua makhluk menggantungkan pengharapan, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang menyerupai-Nya).
Terputusnya informasi kerasulan antara masa rosul satu dengan lainnya menimbulkan penafsiran seolah-olah agama yang dibawa para rosul itu bermacam-macam. Padahal para rosul itu mebawakan Islam yaitu agama tetang kepatuhan hanya kepada Allah. "Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah adalah Islam." (Ali Imran 19).
Namun banyak manusia mengira bahwa Allah itu menciptakan tiga jenis agama yaitu Yahudi, Nasrani dan Islam. Mereka mengelompokkan para rosul bahwa Ibrahim, Ishaq, dan Ya'kub sebagai pembawa agama Yahudi sedangkan kalangan Nasrani beranggapan bahwa seluruh rosul itu adalah membawa ajaran Nasrani kecuali nabi Isa yang diimaninya sebagai anak tuhan, ada pun nabi Muhammad tidak diakuinya sebagai rosul.
Al Qur'an tidak membedakan satu Rosul dari rosul lainnya, mereka adalah sama-sama sebagai pengemban tugas kerasulan.
Terputusnya informasi kerasulan antara masa rosul satu dengan lainnya menimbulkan penafsiran seolah-olah agama yang dibawa para rosul itu bermacam-macam. Padahal para rosul itu mebawakan Islam yaitu agama tetang kepatuhan hanya kepada Allah. "Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah adalah Islam." (Ali Imran 19).
Namun banyak manusia mengira bahwa Allah itu menciptakan tiga jenis agama yaitu Yahudi, Nasrani dan Islam. Mereka mengelompokkan para rosul bahwa Ibrahim, Ishaq, dan Ya'kub sebagai pembawa agama Yahudi sedangkan kalangan Nasrani beranggapan bahwa seluruh rosul itu adalah membawa ajaran Nasrani kecuali nabi Isa yang diimaninya sebagai anak tuhan, ada pun nabi Muhammad tidak diakuinya sebagai rosul.
Al Qur'an tidak membedakan satu Rosul dari rosul lainnya, mereka adalah sama-sama sebagai pengemban tugas kerasulan.
[2:285]
Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari
Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan
rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka
mengatakan: "Kami dengar dan kami ta'at." (Mereka berdo'a): "Ampunilah
kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (AL Baqoroh 285)
Monday, January 28, 2013
SUNAN GUNUNG JATI DAN FATAHILLAH
Siapakah Sunan Gunung Jati dan siapakah Fatahillah?
Dalam pelajaran sejarah, kita masih menemukan bahwa Sunan Gunung Jati, Syarif Hidayatullah, Fatahillah, Faletehan adalah nama atau sebutan untuk satu orang yang sama. Jadi Sunan Gunung Jati alias Fatahillah alias Syarif Hidayatullah, alias Faletehan alias Tagaril. Kesimpulan ini bersumber dari disertasi DR. Husein Djajadiningrat tahun 1913 yang menyatakan bahwa nama-nama itu merupakan sebutan untuk satu orang. Pendapat ini masih banyak memengaruhi para penulis sejarah.
Menurut Edi S.Ekadjati dalam Seminar Sejarah Jawa Barat di Sumedang tanggal 21-23 Maret 1974 yang mengambil sumber dari Carita Purwaka Caruban Nagari, menyatakan bahwa nama tersebut merupakan nama dua tokoh yang berlainan. Makam kedua tokoh itu sama-sama ditempatkan secara berdekatan di Pasir Jati Bukit Sembung Cirebon. Sunan GUnung Jati wafat tahun 1568 sedangkan Fatahillah wafat tahun 1570.
Subscribe to:
Posts (Atom)