Monday, January 28, 2013

SUNAN GUNUNG JATI DAN FATAHILLAH

  Siapakah Sunan Gunung Jati dan siapakah  Fatahillah?

Dalam pelajaran sejarah, kita masih menemukan bahwa Sunan Gunung Jati, Syarif Hidayatullah, Fatahillah, Faletehan adalah nama  atau sebutan untuk satu orang yang sama. Jadi Sunan Gunung Jati alias Fatahillah alias Syarif Hidayatullah, alias Faletehan alias Tagaril. Kesimpulan ini bersumber dari disertasi DR. Husein Djajadiningrat tahun 1913 yang menyatakan bahwa nama-nama itu merupakan sebutan untuk satu orang. Pendapat ini masih banyak memengaruhi para penulis sejarah.

Menurut Edi S.Ekadjati dalam Seminar Sejarah Jawa Barat di Sumedang tanggal 21-23 Maret 1974 yang mengambil sumber dari Carita Purwaka Caruban Nagari, menyatakan bahwa nama tersebut  merupakan nama dua tokoh yang berlainan. Makam kedua tokoh itu sama-sama ditempatkan secara berdekatan di Pasir Jati Bukit Sembung Cirebon. Sunan GUnung Jati wafat tahun 1568 sedangkan Fatahillah wafat tahun 1570.

Sunday, November 25, 2012

PENYERAHAN PENGANTIN PRIA


Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Ilahi Robbi, yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada saat ini kita dapat berkumpul bersilaturrahim. Sholawat dan salam sejahtera semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. kepada keluarganya, para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang kami hormati,
Atas nama keluarga Bapak Susilo Widodo dan Ibu Isah Sukamti dari Magelang,  terlebih dahulu kami menyampaikan ucapan terima kasih  yang sebesar-besarnya kepada hadirin semua khususnya kepada keluarga Bapak Priatman Maman dan Ibu Rosita yang telah menyambut kedatangan rombongan kami dengan penuh keakraban dan kehangatan. Untuk itu kami sampaikan pula salam ta’dzin dan penghormatan sebagai pengikat silaturrahim, semoga segala kebaikan Bapak Priatman Maman sekeluarga mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Hadirin yang kami hormati,
Kami datang dari jauh yaitu dari kota Magelang, dengan mengukir bukit menerjang jurang untuk sampai ke kota Sukabumi. Tiada lain maksud kami ingin  melanjutkan tentang kisah cinta dua sejoli anak-anak kita dan kesepakatan antara keluarga Bapak Susilo Widodo dengan keluarga Bapak Priatman Maman yaitu bahwa kami memiliki seekor kumbang yang pernah terbang mengedari taman indah di Sukabumi. Sang kumbang terpikat oleh keindahan sekuntum bunga mekar di Sukabumi yang kemudian sang kumbang pun hinggap untuk memadu janji.
Pada saat ini kumbang kami telah menjelma menjadi calon pengantin pria yaitu Sdr. Feri Pri Widodo yang bercita-cita ingin membentuk keluarga sakinah, mawadah, warohmah dengan  bunga indah mewangi pilihannya sendiri  dari taman Sukabumi yaitu puteri Bapak Priatman Maman yang bernama  Kiki Fatimah. Oleh karaena itu kami mohon kerelaan Bapak Priatman untuk  menikahkannya sesuai dengan tuntunan Allah dan sunah Rosul-Nya.
Selanjutnya kami menyerahkan calon pengantin pria yang bernama Feri Pri Widodo putera Bapak Susilo Widodo dan Ibu Isah Sukamti, untuk menjadi anggota baru dari keluarga besar Bapak Priatman melalui ikatan pernikahan. Kami menyadari bahwa anak kami ini masih banyak kekurangan dan kebodohannya terutama dalam urusan berumah tangga. Oleh karena itu tolong ingatkan ketika dia lupa dan tolong luruskan di kala dia keliru.
Bapak, Ibu yang kami hormati,
Sebagai tanda kasih sayang dari keluarga pengantin pria kepada calon pengantin wanita dan sebagai pengikat rasa kasih sayang antar keluarga,  bersama ini kami serahkan pula barang-barang untu sekedar cendera mata yang mungkin kurang berharga. Kami berharap agar barang ini tidak dilihat dari nilai harganya namun dipandang sebagai peangikat silaturrahim antar keluarga,  dalam membina ukhuwah yang penuh marhamah.  
Akhirnya kami mohon do’a restu dari hadirin semua, semoga kedua mempelai yang pada saat ini akan melakukan ikrar janji setianya, dapat mengayuh biduk keluarga ke arah pulau harapan yaitu keluarga sakinah, mawadah wa rohmah.
Billahit taufiq wal hidayah
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Thursday, August 9, 2012

PUISI IDUL FITRI 1433 H

Langit lebaran telah dibentangkan
bumi lebaran telah dihamparkan
kudoakan hatimu seluas langit dan bumi
cukup untuk menampung dan mengampuni
semua tindakanku padamu yang menyakiti


Idul fitri telah menghampiri
para pecinta Tuhan sejati
yang sebulan memberi bukti
dengan amalan tanda berbakti
pada Ilahi yang Mahasuci


Mohon dirimu sudi melengkapi
dengan mengampuni segala salah
yang kuperbuat selama ini

Seiring terbitnya matahari pagi
mohon dirimu sudi mengampuni
dosa-dosaku yang telah mengotori
hubungan kita selama ini


Di hari lebaran
mengemis kemurahan Tuhan
agar kita dikaruniai cinta sejati
bukan cinta basa-basi
hanya di mulut dan dalam hati
tanpa bukti berbakti pada Ilahi


Perjalanan panjang
di Bulan Ramadhan
tempat cinta dibuktikan
dengan amal perbuatan
Semoga membuat kita
berhak menjadi kekasih Tuhan


Lebaran kita berjabat tangan
untuk saling memaafkan
segala salah dan kekhilafan
Semoga segala amal perbuatan
selama bulan Ramadhan
dicatat sebagai pemberat timbangan
amal kebaikan untuk hari kemudian.


Idul fitri kita saling memaafkan
segala kesalahan mohon dihapuskan
Kita jalani hari baru tempuh masa depan
dengan hati murni setelah puasa sebulan.


Bolehlah kita mengaku pecinta Tuhan
asal terbukti dalam amal perbuatan
bukan sekedar di lisan dan alam pikiran
Selamat hari lebaran
segala kesalahan mohon dimaafkan
kita mulai hari baru raih masa depan.

Cinta pada Tuhan telah kita buktikan
dengan amalan selama Ramadhan.
Karena cinta hanya di lisan
atau cinta hanya di hati dan perasaan
tanpa didukung amal perbuatan
yang sesuai perintah Al Quran
tak lebih dari cinta dalam angan-angan

Puasa sebulan tempat menyadarkan manusia
bahwa cinta dan merasa dekat dengan-Nya
hanyalah fatamorgana yang membuat terlena
bila tidak terbukti dalam amal nyata
sesuai perintah dalam kitab suci-Nya

Lebaran adalah hari kemenangan
Ramadhan ajang membuktikan
cinta kita pada Tuhan sekedar khayalan
atau cinta sebenar-benar orang beriman
dari amal-amalan selama sebulan.

Lebaran telah tiba
setelah sebulan kita membuktikan
cinta pada Tuhan dengan amalan
berupa sedekah dan shalat malam,
bukan sekedar mengingat nama Tuhan.

Kalau cinta hanya di lisan
Kalau cinta hanya kata-kata menawan
tanpa didukung amal-perbuatan
apalagi berani menentang kebenaran Al Quran
Pantaskah berlebaran
merayakan hari kemenangan

Kita tahu cinta bukan hanya di hati
Karena Tuhan menuntut bukti
dengan waktu malam dan harta pribadi
tidak sayang kita persembahkan buat Ilahi
Semoga di hari fitri ini amal kita menjadi saksi
bahwa cinta kita bukan sekedar wacana dalam hati

Kalau cinta hanya dengan menyebut nama Ilahi
dan mengingat keberadaan-Nya dalam hati
tapi tak peduli firman-firman dalam ayat suci
tapi tak pernah mengikuti sunnah nabi
maka cinta seperti itu bukanlah cinta sejati
yang layak dipersembahkan pada Sang Mahatinggi.
Semoga lebaran hadirkan kesadaran
bahwa cinta kita perlu dibuktikan
dengan amal perbuatan sesuai Al Quran.

Para pengajar kesesatan
ajak tinggalkan Al Quran dan kebenaran
hanya demi dogma-dogma kebebasan
Selamat hari lebaran
segala salah mohon dimaafkan
semoga puasa sebulan
membawa kita mencintai kebenaran

Agama kebebasan meninggalkan ajaran Tuhan
membuat para pengikutnya kebingungan
karena kehilangan Al Quran pegangan kebenaran
Selamat hari lebaran
Segala salah mohon dimaafkan

Ketika orang sesat sedang kebingungan
habiskan waktu untuk melakukan pencarian
dan berunding untuk menentukan kebenaran
Orang yang berpegang teguh pada Al Quran
sibuk beramal dan memajukan ilmu pengetahuan
karena kebenaran telah ditunjukkan Tuhan.
Selamat hari Lebaran
Segala Salah mohon dimaafkan
Semoga kita terhindar dari kesesatan.

Orang beriman tak perlu lakukan pencarian
Karena jalan kebenaran telah ditunjukkan Tuhan
pada orang-orang beriman lewat Al Quran
Manusia tinggal mengikuti pedoman jalan
agar meraih sebenar-benar kebahagiaan.
Semoga di hari lebaran
kita makin teguh menempuh jalan kebenaran


Thursday, August 2, 2012

PUASA, LATIHAN MENEBAR CINTA

Setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah, pasti mengandung hikmah bagi manusia sebagai pelakunya. Demikian pula ibadah puasa kita di bulan Romadhon. Hikmah yang bisa kita peroleh secara pribadi, akan membawa dampak positif bagi kehidupan sosial.  Antar lain rasa empati terhadap penderitaan sesama, setelah melatih diri untuk akrab dengan rasa lapar yang biasanya rasa lapar itu hanya milik kaum fakir dan kaum miskin. 
Rasa lapar yang dirasakan oleh orang berkecukupan pada waktu dia berpuasa dengan rasa lapar orang miskin yang kekurangan pangan, adalah sama. Yang membedakannya hanyalah harapan dan kepastian. Orang kaya yang merasa lapar di kala berpuasa dia punya harapan dan kepastian bahwa pada waktunya dia bisa makan secukupnya yaitu ketika berbuka. Namun rasa lapar orang-orang miskin yang berkekurangan belum tentu dia bisa makan di waktu magrib bahkan mungkin rasa lapar itu akan berlanjut berhari-hari.
Oleh karena itu syari'at Islam mengajarkan bahwa orang yang berpuasa diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai bukti adanya rasa empati terhadap penderitaan sesama. Ajaran ini diharapkan mampu membangkitkan rasa marhamah dan kebersamaan antara kaum aghniya dengan kaum dhu'afa. 

Rosulullah bersabda, "Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu yang senantiasa merasa kenyang sedangkan tetangga sebelahnya kelaparan."

 Sabda Rosulullah pula, "Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai sesamanya sebagaimana ia mencitai dirinya sendiri"

Kalau kedua hadis Rosul itu dihayati dan diamalkan dengan sebaik-baiknya maka bulan Romadhon akan benar-benar menjadi bulan yang menebarkan rasa cinta yang penuh rahmah, penuh maghfiroh dan bulan pembebasan dari api neraka yaitu pembebasan dari segala bentuk melapetaka dan bencana kemanusiaan yang ditimbulkan oleh ketimpangan sosial.


Baarokallahu lii walakum