Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Sunday, February 10, 2013

HARGA SEBUAH DEMOKRASI



                    


                         DEMOKRASI DAN PEMBIASAN

                                 IDEALISME RAKYAT

            

Demokrasi secara  etimologis berasal dari bahasa Yunani demos artinya rakyat dan cratos  artinya kekuasaan. Jadi demokrasi  merupakan sistem pemerintahan negara yang meletakkan kedaulatannya di tangan rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau pun melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). Istilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles di Athena sekitar abad ke 5 SM, sebagai suatu bentuk pemerintahan yang menetapkan  bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat). Dalam pemahaman yang lebih populer dikenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Monday, January 28, 2013

SUNAN GUNUNG JATI DAN FATAHILLAH

  Siapakah Sunan Gunung Jati dan siapakah  Fatahillah?

Dalam pelajaran sejarah, kita masih menemukan bahwa Sunan Gunung Jati, Syarif Hidayatullah, Fatahillah, Faletehan adalah nama  atau sebutan untuk satu orang yang sama. Jadi Sunan Gunung Jati alias Fatahillah alias Syarif Hidayatullah, alias Faletehan alias Tagaril. Kesimpulan ini bersumber dari disertasi DR. Husein Djajadiningrat tahun 1913 yang menyatakan bahwa nama-nama itu merupakan sebutan untuk satu orang. Pendapat ini masih banyak memengaruhi para penulis sejarah.

Menurut Edi S.Ekadjati dalam Seminar Sejarah Jawa Barat di Sumedang tanggal 21-23 Maret 1974 yang mengambil sumber dari Carita Purwaka Caruban Nagari, menyatakan bahwa nama tersebut  merupakan nama dua tokoh yang berlainan. Makam kedua tokoh itu sama-sama ditempatkan secara berdekatan di Pasir Jati Bukit Sembung Cirebon. Sunan GUnung Jati wafat tahun 1568 sedangkan Fatahillah wafat tahun 1570.

Sunday, November 25, 2012

PENYERAHAN PENGANTIN PRIA


Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Ilahi Robbi, yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada saat ini kita dapat berkumpul bersilaturrahim. Sholawat dan salam sejahtera semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. kepada keluarganya, para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang kami hormati,
Atas nama keluarga Bapak Susilo Widodo dan Ibu Isah Sukamti dari Magelang,  terlebih dahulu kami menyampaikan ucapan terima kasih  yang sebesar-besarnya kepada hadirin semua khususnya kepada keluarga Bapak Priatman Maman dan Ibu Rosita yang telah menyambut kedatangan rombongan kami dengan penuh keakraban dan kehangatan. Untuk itu kami sampaikan pula salam ta’dzin dan penghormatan sebagai pengikat silaturrahim, semoga segala kebaikan Bapak Priatman Maman sekeluarga mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Hadirin yang kami hormati,
Kami datang dari jauh yaitu dari kota Magelang, dengan mengukir bukit menerjang jurang untuk sampai ke kota Sukabumi. Tiada lain maksud kami ingin  melanjutkan tentang kisah cinta dua sejoli anak-anak kita dan kesepakatan antara keluarga Bapak Susilo Widodo dengan keluarga Bapak Priatman Maman yaitu bahwa kami memiliki seekor kumbang yang pernah terbang mengedari taman indah di Sukabumi. Sang kumbang terpikat oleh keindahan sekuntum bunga mekar di Sukabumi yang kemudian sang kumbang pun hinggap untuk memadu janji.
Pada saat ini kumbang kami telah menjelma menjadi calon pengantin pria yaitu Sdr. Feri Pri Widodo yang bercita-cita ingin membentuk keluarga sakinah, mawadah, warohmah dengan  bunga indah mewangi pilihannya sendiri  dari taman Sukabumi yaitu puteri Bapak Priatman Maman yang bernama  Kiki Fatimah. Oleh karaena itu kami mohon kerelaan Bapak Priatman untuk  menikahkannya sesuai dengan tuntunan Allah dan sunah Rosul-Nya.
Selanjutnya kami menyerahkan calon pengantin pria yang bernama Feri Pri Widodo putera Bapak Susilo Widodo dan Ibu Isah Sukamti, untuk menjadi anggota baru dari keluarga besar Bapak Priatman melalui ikatan pernikahan. Kami menyadari bahwa anak kami ini masih banyak kekurangan dan kebodohannya terutama dalam urusan berumah tangga. Oleh karena itu tolong ingatkan ketika dia lupa dan tolong luruskan di kala dia keliru.
Bapak, Ibu yang kami hormati,
Sebagai tanda kasih sayang dari keluarga pengantin pria kepada calon pengantin wanita dan sebagai pengikat rasa kasih sayang antar keluarga,  bersama ini kami serahkan pula barang-barang untu sekedar cendera mata yang mungkin kurang berharga. Kami berharap agar barang ini tidak dilihat dari nilai harganya namun dipandang sebagai peangikat silaturrahim antar keluarga,  dalam membina ukhuwah yang penuh marhamah.  
Akhirnya kami mohon do’a restu dari hadirin semua, semoga kedua mempelai yang pada saat ini akan melakukan ikrar janji setianya, dapat mengayuh biduk keluarga ke arah pulau harapan yaitu keluarga sakinah, mawadah wa rohmah.
Billahit taufiq wal hidayah
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Sunday, June 24, 2012

NIAT MERUPAKAN INTI IBADAH

Setiap Amal Bergantung Kepada Niat
Sabda Rosulullah SAW, "Innamal a'malu bin niyat" artinya sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung kepada niatnya. Niat yang baik, dilakukan dengan cara yang baik maka hasilnya akan baik. Sebaliknya, kalau nat yang baik, dilakukan dengan cara yang tidak baik, maka hasilnya tidak akan baik.

Dalam sebuah hadis Rosululah dijelaskan:
"Sesungguhnya ada orang yang secara lahiriah taerlihat berbuaat amal ahli sorga padahal dia ahli neraka, Dan ada seoerang yang berbuat amal ahli neraka padahal dia ahli sorga" ( Hadis 
riwayat Bukhori dan Muslim)

Seseorang berangkat ke mesjid. Sepertinya dia sedang melakukan kebaikan menuju ke sorga, padahal orang itu hanya berniat untuk  menukarkan sandal usangnya dengan milik orang lain yang lebih baik.  Orang itu tidak mendapat nilai kebaikan. Atau orang yang melakukan shalat hanya karena riya ingin mendapat pujian orang lain, yang dia dapat hanyalah pujian dari orang sedangkan nilai kebaikannya di sisi Allah merupakan sesuatu yang hampa tidak ada nilai kebaikannya.

Apakah yang disebut niat itu? Menurut ilmu fiqih niat adalah sengaja melakukan suatu perbuatan dan disertai dengan pelaksanaannya. Kalau ada orang berkata, "Saya beraniat untuk mandi." Tapi dia masih di kamar tidur, maka dia berlum niat melainkan baru berencana saja. Jadi niat itu melakukan perabuatan dengan sengaja, jadi  sudah ada "action" kalau belum berarti masih rencana.

Niat itu memiliki  arti 'sengaja' jadi kalau suatu perbuatan dilakukan dengan tidak disengaja berarti tidak ada niat.   Perbuatan yang tidak disengaja itu, biasanya terjadi hanya karena kelalaian saja. Bukan berniaat untuk mengerjakan perbuatan itu. Contohnya, seseorang terpeleset lalu jatuh ke sungai, sehingga basah kuyup badannya. Apakah ada,  niat  dia untuk mandi? Bedakan dengan orang yang masuk ke kamar mandi, membawa handuk, sabun mandi dan lain-lain, lalu dia membasahi dan mengguyur seluruh tubuhnya hingga basah. Silakan bedakan kedua kasus tersebut. Pada orang yang kedua, tentu ada niat untuk mandi. Niat itu tempatnya di hati tidak selamanya harus diucapkan dengan lisan, karena niat itu bersatu dengan perbuatan.







 







Monday, June 18, 2012

TIADA PERJUANGAN TANPA PENGORBANAN

Bekerja itu lebih mulia daripada menggantungkan diri kepada orang lain

Banyak bertebaran ayat-ayat AL Qur'an yang mengaitkan antara iman dan amal salih. Hal itu memberikan makna bahwa keimanan i harus diikuti dengan amal perbuatan yang bermanfaat, bukan perbuatan ma'siat. Orang yang mengaku beriman tapi masih terus melakukan dosa, maka dikategorikan sebagai orang fasiq artinya orang berdosa.
 
Amal salih itu adalah amal perbuatan yang mendatangkan keberuntungan   bagi diri pelakunya  sendiri dan bagi orang lain. Tidak dikatakan amal salih kalau perbuatan itu hanya bermanfaat bagi diri sendiri tapi membawa madarat bagi orang lain. Bukan pula amal salih, kalau perbuatanitu mendatangkan keberuntungan bagi orang lain tapi membaa madarat bagi diri pelakunya. Hal itu laksana lilin yang menerangi lingkungan sekitarnya tapi dirinya sendiri mengalami kehancuran. Manusia yang meninggalkan amal salih akan tergolong kepada orang-orang yang merugi.
Firman Allah:

surah / surat : Al-'Ashr Ayat : 2
inna al-insaana lafii khusrin
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
surah / surat : Al-'Ashr Ayat : 3
illaa alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati watawaasaw bialhaqqi watawaasaw bialshshabri
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Yang mendapat penilaian dari Allah bukan hasil pekerjaannya melainkan proses usahanya. Kesungguhan usaha dan kegigihan perjuangan itulah yang akan dinilai oleh Allah bukan seberapa banyak hasil usaha yang diperoleh seseorang. Hasil adalah anugerah sedangkan proses adalah perjuangan. Kekerasan dan kesungguhan dalam memperjuangkan  sebuah cita-cita, itulah  yang dinilai. Karena itu kesungguhan usaha dan kekerasan perjuangan itu sudah merupakan bagian dari sebuah kemenangan.

Tidak mungkin sebuah cita-cita bisa dicapai dengan hanya berpangku tangan, melainkan dengan perngorbanan tenaga, harta, bahkan jiwa raga dipertaruhkan disertai do'a dan pengharapan kepada Allah SWt.

Firman Allah:

surah / surat : Al-'Ankabuut Ayat : 69
waalladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa wa-inna allaaha lama'a almuhsiniina
69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. 

Tidak ada perjuangan yang selalu lancar, mulus dan menyenangkan, melainkan akan berhadapan dengan berbagai tantangan yang menyakitkan, penuh kepahitan dan kegetiran. Kisah ilustrasi berikut ini mungkin baik untuk direnungkan.

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengeluh dan mengadu kepada induknya karena ada pasir tajam dan keras yang masuk dan menusuk-nusuk ke tubuhnya yang lembek itu.
 "Bu tolonglah aku, badanku sakit sekali karena ada pasir tajam dan keras masuk ke tubuhku. Cepatlah tolong aku, Bu"
"Anakku", kata induk kerang. " Kita adalah makhluk Tuhan yang tidak diberi kaki dan tangan sehingga ibu tidak bisa menolongmu anakku. Aku tahu anakku, kau pasti sakit sekali," kata induk kerang. "Kuatkan hatimu, terimalah ini adalah takdir bagi kita. Kerahkan seluruh tenaga dan  semangatmu untuk menahan rasa sakit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu, karena hanya itulah yang bisa kita lakukan," kata induknya
Bertahun-tahun anak kerang itu menahan kesakitan, sehingga tanpa disadarinya pasir keras yang dibalut getah perutnya itu telah berubah menjadi sebutir mutiara kecil. Semakin lama mutiara itu semakin besar dan rasa sakit pun terasa sebagai sesuatu yang wajar. 
Akhirnya setelah bertahun-tahun sebutir mutiara besar yang mengilap dan berharga mahal telah terbentuk dalam tubuhnya sehingga anak kerang itu telah berubah menjadi kerang penghasil mutiara yang sangat berharga dan berbeda dengan kerang lain yang hanya  direburs dan dijual di pinggir-pinggir jalan.











Sunday, June 17, 2012

ANDA ORANG HEBAT

Tahukah Anda Bahwa Anda Adalah Orang Hebat?
Banyak orang yang ragu atas kemampuan dirinya. Bisakah saya melakukan hal itu? Bisakah saya menduduki posisi itu? Akhirnya karena kelamaan berpikir, lalau kesempatan itu hilang diterkam oleh orang lain yang cepat mengambil keputusan. Dia tidak berpikir apakah saya bisa mengerjakannya atau tidak, apakah saya akan gagal, yang penting saya ambil dahulu.

Kalau anda diminta untuk menuliskan kelebihan diri anda sebanyak-banyaknya, niscaya akan sulit dan sedikit yang bisa anda tuliskan. Tapi kalau anda diminta menuliskan kekurangan diri anda sebanak-banyaknya maka akan terderetkan beberapa kekurangan yang bisa anda tuliskan. Berarti anda terlalu sibuk menghitung kelemahan diri dibandingkan dengan menggali dan memanfaatkan potensi yang anda miliki. Jadi dengan potensi fisik yang telah Allah berikan kepada anda, tidak ada alasan untuk bersikap pesimis. Orang lain bisa, mengapa anda mengatakan tidak bisa?

Allah SWT berfirman dalam Surat Al Mulk ayat 23:

surah / surat : Al-Mulk Ayat : 23
qul huwa alladzii ansya-akum waja'ala lakumu alssam'a waal-abshaara waal-af-idata qaliilan maa tasykuruuna

23. Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
Allah memberikan potensi dasar yang sama kepada manusia, hanya tinggal anda mengembangkannya. Potensi yang mana yang hendak anda kembangkan.

Coba anda baca ilustrasi berikut ini!

Pada suatu siang yang panas terik, seekor elang dewasa terbang melayang-layang di angkasa sambil  melihat-lihat mencari mangsa. Hanya sekilat dia menukik ke bawah karena hendak menangkap anak ayam yang sedang berkerumun dengan induknya. Si elang kaget, karena dalam kerumunan anak ayam itu terdapat seekor anak elang kecil sedang bermain dengan anak-anak ayam.

"Hai elang kecil," kata si elang dewasa. "Mengapa kamu berkerumun dengan anak-anak ayam itu, padahal seharusnya dia itu mangsa bagimu?"
Si elang kecil menjawab, "Aku adalah ayam, mereka adalah teman-temanku. Tidak ada kemampuanku untuk  membawa mereka terbang ke angkasa seperti anda."
"Bukan, kamu adalah elang. Kamu harus bisa terbang seperti aku" kata si elang besar.
"Aku adalah ayam.", kata elang kecil sambil terus bermain bersama anak-anak ayam.
Karena kesal, lalu si elang besar menangkap elang kecil itu kemudian membawanya terbang ke angkasa. Si elang kecil terkejut, ia menjerit ketakutan sambil meronta-ronta karena takut jatuh.
Setelah berada di ruang angkasa yang tinggi, si elang dewasa dengan tiba-tiba  melepaskan cengkramannya sehingga elang kecil itu jatuh melayang.
Si elang dewasa bertriak memberikan perintah, "Lebarkan sayapmu, terus kepakkan sayapmu!!!, terus.. terus... teruuuuss..
Si elang kecil mengikuti perintah itu,  sehngga badannya bisa melayang-layang di angkasa. Sungguh menakjubkan kata si elang kecil, ternyata aku bisa terbang.
"Horee aku bisa terbang!", kata si elang kecil. "Aku adalah elang, bukan ayam."











(Klik iklan di samping berarti anda telah menyumbang untuk kelangsungan blog ini)

Friday, April 27, 2012

SAKIT SEBAGAI UJIAN

Sakit Merupakan Ujian Terhadap Kesabaran Kita 
Tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah sakit, tapi kalau orang yang sakit seumur hidup mungkin ada. Berarti dia terus-terusan diuji oleh Allah SWT.

Rasulullah s.a.w telah bersabda:

"Orang yang banyak mendapatkan ujian adalah para nabi, kemudian orang-orang yang lebih dekat derajatnya kepada mereka secara bertingkat dan berurutan. Seseorang diuji berdasarkan ketaatannya dalam agamanya, maka Allah mengujinya sesuai dengan tingkat ketataatannya dalam beragama. Demikianlah 
bala dan ujian itu senantiasa ditimpakan kepada seorang hamba sampai ia dibiarkan berjalan di maka bumi ini tanpa dosa apa pun" (Riwayat Imam Turmudzi)

Seamakin kuat iman seseorang semakin besar godaan syetan menimpanya. Orang yang lemah imannya cukup digoda oleh syetan-syetan yang lemah, tidak perlu syetan yang berpengalaman, karena dengan sentilan sedikit saja dia sudah ikut menjadi temannya syetan. Tapi tidak demikian halnya terhadap orang-orang yang kuat iman. 

Allah mengujji seseeorang dengan sesuatu yang berupa musibah, dengan tujuan:

Pertama, sebagai hukuman atas dosa-dosa yang telah orang kerjakan. Hal ini merupakan hukum sebab akibat. Karena dia makan makanan yang pedas, akibatnya sakit perut. Ini hukum kausalitas. Dia harus segera menghentikan perbuatannya dan bertaubat.

Kedua, sebagai penghapusan dosa, sehingga di akhirat kelak tidak ada dosa yang diperhitungkan lagi karena sudah terhapus di dunia. Berarti musibah ini menjadi kifarat atau penghapus dosa.

Ketiga, sebagai ujian untuk menaikkan derajat seseorang di hadapan Allah. Inilah ujian yang diberikan kepada para Rosul.

Kalau diri kita sakit, tidak ada jalan lain selain sabar dan tawakkal serta berikhtiar. Jangan sampai karena sakit lalu kita menjauhkan diri dari Allah SWT. Yakinlah bahwa dengan sfat Rahman Rahim-Nya, Allah akan memberikan keputusan yang terbaik bagi diri kita, walaupun keputusan itu mungkin  tidak kita sukai, tapi Allah suka.

Allah berfirman:

surah / surat : Asy-Syu'araa Ayat : 80
wa-idzaa maridhtu fahuwa yasyfiini
80. dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,


Billahit taufi wal hidayah

Sunday, March 25, 2012

7 - 14 -21 SEBAGAI ANGKA PENTING DALAM PERJALANAN SEJARAH BANGSA INDONESIA

Angka Kelipatan Tujuh, Angka Keberuntungankah?
Angka-angka yang berderet pada judul di atas adalah angka yang menunjukkan bilangan abad Masehi dikaitkan dengan perkembangan sejarah bangsa Indonesia yang dalam sejarah dikenal dengan bumi Nusantara. Bilangan abad yang terdiri dari  kelipatan  angka tujuh itu merupakan momentum puncak kebesaran bangsa di bumi Nusantara.

Pada abad ke-7 berdiri kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatra Selatan dengan rajanya yang terkenal Balaputradewa. Pada saat itu perdagangan di Nusantara mengalami kemajuan dan Sriwijaya menjadi pusat pengembangan ilmu yang berbasiskan agama Buda.

Kerajaan Sriwijaya semakin memudar bersamaan dengan berkembangnya kerajaan Hindu di Jawa. Pada abd ke-14 di pulau Jawa berdiri kerajaan Majapahit yang mengalami puncak kebesarannya pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk yang dibantu oleh Mahapatih Gajahmada yang cerdik dan bijaksana. Wilayah kekuasaanya hampir sama dengan wilayah negara Republik Indonesia saat ini bahkan meliputi Semenanjung Malaka (Malaysia sekarang) dan Champa di Indochina.

Saat ini kita berada pada abad ke-21 yang akan berakhir hingga tahun 2100 nanti.  Apakah bangsa kita sudah berada pada puncak kebesarannya? Silakan anda nilai sendiri. Abad ke-21 masih bersisa 88 tahun lagi. Berarti kita masih mempunyai harapan untuk menata masa depan generasi bangsa. Apa yang tidak kita punyai? Perut bumi kita mengandung berbagai barang berharga, laut kita luas, hutan kita terhampar hijau. Namun justru karena minyak bumilah bangsa kita dililit hutang, rakyat didera bencana tanah longsor akibat pembalakan hutan, anak-anak balita kekurangan gizi padahal bumi kita subur. Pasti ada yang salah dari tindakan pengelola negeri ini.

Indonesia oleh sebagian orang Timur Tengah disebutnya Andonesia untuk mendekatkan sebutan itu dengan Andalusia sebuah negeri kaum Muslimin yang mengalami kejayaan di bumi Eropa. Sebutan ini memberikan harapan agar Indonesia menjadi Andalusia di Asia, dan itu pasti bisa. Billi Lim seorang motivator dari negeri jiran Malaysia menyatakan bahwa bintang di Asia pada masa yang akan datang, bukanlah China, bukan India, bukan pula Malaysia, melainkan Indonesia.  

Seorang raja dari kerajaan Kediri Jayabaya, yang terkenal dengan ramalannya menyebutkan bahwa kemakmuran dan kejayaan Indonesia itu akan tercapai kelak pada masa pemerintahan NOTONOGORO. Siapakah Notonogoro itu?  Lalu muncullah penafsiran bahwa Notonogoro itu merupakan akronim  dari NO=Sukarno, TO=Suharto, NO = siapa lagi, GO = siapa lagi, RO = siapa lagi. Hingga saat ini kita sudah memiliki enam orang presiden dari sejak kemerdekaan, yaitu Sukarno, Suharto, Habibi, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudoyono. Sudah terpenuhikah akronim NOTONOGORO pada enam presiden kita tersebut?  Rupa-rupanya kita masih menunggu  pemimpin yang dapat mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.  Marilah kita menyongsong masa depan dengan prestasi kerja yang gemilang. Smoga!


Sunday, February 26, 2012

MEMPERKOKOH IMAN KETIKA SAKIT


KITA MENYIKAPI UJIAN ALLAH

Tidak ada orang yang tidak pernah sakit. Hanya ada yang pernah sakit ada yang sakit-sakitan atau sebentar-sebentar sakit.  Tidak diragukan lagi bahwa sakit itu merupakan sebuah musibah. Sedangkan musibah itu mempunyai tiga fungsi. Pertama sebagai hukuman, kedua sebagai penghapusan dosa, dan ketiga sebagai ujian untuk peningkatan derajat seseorang.

Nabi Ayub a.s adalah orang yang pernah diuji oleh Allah dengan penyakit, namun beliau tetap konsisten melaksanakan ibadah, bersyukur, dan bersabar. 

Friday, February 24, 2012

HANTU YANG PALING MENAKUTKAN


Hantu yang Paling Menakutkan Bagi Seorang Istri
Bagi masyarakat Barat terkenal sebutan monster yaitu sejenis makhluk berukuran raksasa yang bisa melumatkan apa saja yang dia musuhi. Semua orang merasa takut. Di masyarakt kita ada sejenis makhluk yang ditakuti karena wujudnya yang sangat menyeramkan, kalau dia kebetulan menampakkan dirinya di depan kita. Bagi kaum ibu yang berstatus sebagai istri, hantu itu diberi nama yang seram dan angker, sehingga semua istri ingin menjauhinya. Hantu itu bernama polygami.
Kata poligami berasal dari dua kata yaitu poly artinya banyak, gami artinya pasangan. Lawan katanya adalah monogami yang artinya satu pasangan.  Jadi poligami artinya pasangan yang banyak dalam arti lebih dari satu pasang. Yang disebut satu pasang itu adalah satu laki-laki dan satu wanita. Tidak disebut satu pasang kalau satu laki-laki dengan satu laki-laki lagi, atau satu wanita dengan satu wanita lagi. Istilah poligami yang lazim  dipergunakan di masyarakat kita, sebenarnya kurang spesifik, karena poligami itu ada dua macam yaitu poligini dan pliandri.  Poligini adalah satu suami dengan dua istri atau lebih sedangkan poliandiri adalah satu istri dengan dua suami atau lebih. Poligini inilah yang lazim di masyarakat kita yaitu seorang suami beristrikan lebih dari satu.
Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan mendefinisikan “perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.   Undang-undang ini jelas menganut asas mongami.
Pada prinsipnya, agama Islam menganut asas monogami, namun Islam membolehkan poligini – sorang suami beristri lebih dari satu – dalam keadaan yang sangat emergency. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur’an surat An Nisa ayat 3:
surah / surat : An-Nisaa Ayat : 3

3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil [265], maka (kawinilah) seorang saja [266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

[265] Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah. [266] Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.
 
Islam juga membatasi, tidak boleh dua orang wanita kakak beradik dimadu oleh seorang suami, atau seorang wanita dimadu bersama ibunya. Itu serakah namanya.

Poligami ala suku Tibet

Dalam masyarakat Tibet terdapat  poligami dalam bentuk poliandiri di mana seorang istri  memiliki dua orang suami atau lebih. Biasanya si suami itu kakak beradik. Sang kakak yang paling tua memiliki hak-hak yang lebih dari adik-adiknya. Kalau kakak-kakak  yang tua pergi mencari nafkah ke luar daerah, maka si adik diperbolehkan tidur  dengan istri bersamanya. Kalau semua suami sedang ada di rumah,  dan salah seorang ingin menggauli istrinya, maka dia menanggalkan sandalnya dan disimpan di depan pintu kamar, maksudnya “awas yang lain  jangan mengganggu”.  Hubungan pun berjalan lancar-lancar saja. Tidak ada istilah intip mengintip walaupun para suami yang lain tidur di kamar sebelah.

Pada sebuah rumah tangga di zaman modern ini, poligami baik  poligini maupun  poliandri  bisa berlangsung secara tidak resmi. Banyak suami yang memiliki serba istri artinya istrinya tersebar di mana-mana, dan istri yang serba suami yaitu memiliki suami di mana-mana dan berganti-ganti setiap waktu. Dalam rumah tangga yang demikian akan tumbuh subur kemunafikan, kebohongan, kepura-puraan yang berujung kepada ketidakharmonisan. Maka agar tidak terjerumus kepada kondisi yang demikian, Islam meberikan aturan yang sesuai dengan fitrah manusia dalam syaraat-syarat yang ditentukan oleh Allah yang pasti Maha Mengetahui kepada sifat-sifat dan watak manusia.